Sunday, 16 December 2012

Pancasila menurut filsafat


Gue bakal ngebagi materi dari salah satu mata kuliah gue di kampus dan apa yang udah gue tau mengenai Filsafat Pancasila.

1.     Ketuhanan Yang Maha Esa
·        Aksiologi : Menurut ilmu aksiologi yaitu tujuan dan tujuan dari sila ketuhanan yang maha esa adalah agar masyarakat dapat menghargai sesama pemeluk agama lain, percaya dan taqwa kepada Tuhan yang maha esa menurut masing-masing agama.
·        Epistemologi : Dari sila pertama ini epistemologi atau makna yang sangat di tonjolkan adalah agama, jadi setiap masyarakat diharuska mempercayai adanya Tuhan dan percaya akan agamanya kemudia menjalankan segala sesuatunya sesuai dengan masing-masing agama.
·        Ontologi : Dilihat dari otnologi bahwa Indonesia saat ini tidak menjadikan agama sebagai pedoman hidupnya, melainkan menjadikan agama sebagai tameng sekelompok orang yang ingin bertindak semena-mena tanpa memikirkan norma-norma agama.

2.     Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
·        Aksiologi : Dilihat dari aksiologi sila kedua ini mempunyai tujuan yang terkandung bahwa sesama manusia harus saling menghargai, mencintai, dan bersikap adil kepada sesama sehingga bisa memahami tujuan dari kemanusiaan yang adil dan beradab.
·        Epistemologi : Menurut ilmu epistemologi bahwa makna sila kedua ini adalah sesama manusia itu pada umumnya memiliki drajat yang sama dan berkesempatan mendapatkan hak yang sama dengan yang lain tanpa adanya kelas-kelas sosial.
·        Ontologi : Dilihat dari sisi ontologi bahwa sebenarnya masyarakat kita belum sepenuhnya memahami apa yang dimaksud dalam kemanusiaan yang adil dan beradab. Masih ada yg tidak berkesempatan mendapat hak yang sama dengan orang lain, memandang kelas, dan lain-lain.


33.     Persatuan Indonesia
·        Aksiologi : Bila dipandang dari aksiologi, dengan adanya sila ketiga ini yaitu “Persatuan Indonesia” agar warga Indonesia bisa selalu mempersatukan warga yang satu dengan yang lain tanpa adanya perpecahan di dalam negara, bersatu dalam situasi dan kondisi apa pun.
·        Epistemologi :  Menurut epistemologi sila ketiga ini sangat berpengaruh kepada warga negara Indonesia. Persatuan ini bermakna bahwa kita semua (warga negara) dituntut untuk selalu menjaga dan membela Indonesia serta menciptakan kesatuan.
·        Ontologi : Menurut pandangan saya akan sila ketiga ini adalah sudah tidak adanya lagi rasa memiliki, menjaga bahkan kesatuan itu sendiri saat ini sudah pudar karena adanya efek westernisasi. Tidak seperti dulu banyak bahkan hampir seluruh warga negara Indonesia rela berkorban demi negara ini bahkan mempertaruhkan nyawa mereka.

4.     Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
·        Aksiologi : Menurut pandangan aksiologi bahwa sesungguhnya dalam menghadapi masalah kecil atau pun besar baiknya melakukan musyawarah untuk terciptanya mufakat.
·        Epistemologi : Segala sesuatu baik diselesaikan dengan musyawarah agar terciptanya mufakat dan makna dari sila keempat ini dijalankan dengan baik.
·        Ontologi : Dari sisi ontologi untuk sila keempat ini sebeneranya belum sesungguhnya dipahami oleh warga Indonesia, seharusnya mementingkan kepentingan umum terlebih dahulu kemudian pribadi, bahkan terkadang kepentingan umum disalah gunakan untuk kepentingan pribadinya sendiri.

5.     Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
·        Aksiologi : Sila kelima ini memiliki tujuan agar setiap warga negara harus saling menghargai dan menghormati hak-hak orang lain seperti petinggi-petinggi yang menjujung tinggi rasa keadilan terhadap rakyatnya dan begitu rakyat terhadap sesama.
·        Epistemologi : Dipandang dari segi epistemologi bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan keadilaan yang sama dengan yang lain, tanpa adanya perbedaan kelas sosial.
·        Ontologi : Jika dilihat dari potret kehidupan Indonesia sekarang bahkan yang lalu, sebagian warga negara kita yang ekonomi kebawah masih belum seluruhnya mendapat keadilan, masih banyak di luar sana yang terbujur lemas karena sakit yang dideritanya tanpa adanya bantuan dalam bidang kesehatan,  sedangkan petinggi-petinggi kita hanya merampas hak-hak mereka yang membutuhkan.

No comments:

Post a Comment